Dengan makin terbukanya batas-batas perdagangan antarnegara saat ini, arus masuknya pebisnis, brand dan perusahaan asing ke Indonesia tidak kalah kencangnya dengan tingkat ekspansi Indonesia ke pasar-pasar asing. Indonesia dengan populasi yang demikian besar makin banyak diminati para pelaku bisnis dari negara-negara tetangga sebagai pasar mereka.
CEO Karimadon Fashion dari negeri jiran Filipina, Josie Go, mengatakan brand fashionnya itu dirintis sejak 34 tahun lalu. Di tahun 1980, ia dan mantan suaminya Richard Go mendirikan dan mengembangkan bisnis busana. Sebelumnya, Josie memang telah dikenal sebagai penyuka busana dengan selera tinggi dan berkelas. "Saking banyak dan seringnya saya membeli pakaian dan memakainya, ibu saya mengatakan,'Mengapa kamu tidak buka butik saja? Kamu begitu banyak menghabiskan uang untuk pakaian!' Dan dari sana mulainya,"kenang Josie yang suaminya juga seorang pebisnis.
CEO Karimadon Fashion dari negeri jiran Filipina, Josie Go, mengatakan brand fashionnya itu dirintis sejak 34 tahun lalu. Di tahun 1980, ia dan mantan suaminya Richard Go mendirikan dan mengembangkan bisnis busana. Sebelumnya, Josie memang telah dikenal sebagai penyuka busana dengan selera tinggi dan berkelas. "Saking banyak dan seringnya saya membeli pakaian dan memakainya, ibu saya mengatakan,'Mengapa kamu tidak buka butik saja? Kamu begitu banyak menghabiskan uang untuk pakaian!' Dan dari sana mulainya,"kenang Josie yang suaminya juga seorang pebisnis.
"Ekonomi Indonesia saat ini berkembang begitu pesat dan ukuran pakaian serta cuacanya juga sama dengan Filipina,"tutur wanita yang juga mengenakan gaun rancangannya sendiri di saat ditemui oleh CiputraEntrepreneurship.com (12/9).
Nama Karimadon didapat Josie dari nama keempat anaknya yang kemudian ia buat sebagai akronim unik sebagai brand. Brand Karimadon sendiri dibuat dengan tujuan menyediakan produk pakaian jadi yang berkualitas dengan desain yang berkelas couture dan khas namun masih tetap terjangkau bagi kalangan menengah sekalipun.
Untuk bahan, menurut Josie, didapatkan dari berbagai negara. "Kami dapatkan bahan dari Korea, Tiongkok." Bahan-bahan inilah yang turut menentukan harga per potong busana yang mereka produksi.
Josie memiliki 3 desainer tetap dalam perusahaannya dan ia mengepalai bagian desain ini. Mereka semua adalah lulusan dari The Philippines School of Design.
Cakupan jenis busana wanita yang diproduksi Karimadon ini misalnya gaun pengantin, gaun malam, busana untuk pesta pertunangan, busana pesta kelulusan sekolah, hingga pakaian kasual yang bisa dipakai juga sebagai busana pesta. Busana multi fungsi semacam ini memang digemari karena bisa memangkas anggaran pembelian pakaian, terutama bagi mereka yang ingin tampil tetap bergaya tetapi hemat. Dengan busana yang sama, perpaduan dengan aksesoris dan sepatu yang sesuai akan mengubahnya menjadi lebih cocok untuk kesempatan tertentu. "Kami menyebutnya 'from desk to date' (dari kantor ke kencan - pen),"terang pengusaha wanita itu.
Kisaran harganya cukup beragam, yang paling terjangkau misalnya US$40 untuk sebuah pakaian wanita. Untuk sebuah gaun, harganya dimulai dari US$80. Sebuah gaun pernikahan dibanderol paling murah US$100, mengingat pengerjaannya yang cukup kompleks. "[Harga] bergantung pada anggaran,"tutur Josie.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar