Selasa, 26 Januari 2016

Flossy, Sepatu yang Cocok untuk Musim Panas

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/unnamed-2-e1422519937527.jpg
Koleksi terbaru sepatu Flossy benar-benar menggambarkan musim panas yang sebenarnya.
Banyak orang mendeskripsikan musim panas dengan langit cerah, warna-warni bunga, dan sensasi keren. Begitu juga dengan Flossy yang menawarkan koleksi terbarunya dengan desain yang sederhana, nyaman, dan tentunya menawarkan sensasi musim panas.

Seperti Flossy Floral Femme yang menampilkan sepatu dengan desain warna-warni bunga. Sepatu flat ini bisa Anda padu-padankan dengan celana pendek atau dress mini.

Ada juga pilihan Flossy Vibrant Pride dengan pilihan warna yang lebih berani sehingga cocok dengan Anda yang berjiwa sporty.

Flossy juga menampilkan desain print yang tidak biasa dengan menawarkan varian sepatu yang mereka sebut Perfect Pizza. Seperti namanya, sepatu ini menampilkan gambar pizza dengan aksen bling-bling yang keren.

Sedangkan sepatu dengan model Tanned Topic menggambarkan bagaimana suasana pantai yang sesungguhnya. Dengan print gambar pohon kelapa dan langit biru cerah, membuat Anda rindu akan suasana pantai.

Sepatu yang tenar dikalangan partygoers di Ibiza, Spanyol, ini sudah diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia, seperti Amerika Serikat da Jepang.


Kini Flossy tidak lagi menjadi sepatu kalangan penduduk mediterania, melainkan sebagai sepatu global yang menjadi must have item yang membawa kenyamanan bagi para pencinta fashion di seluruh dunia. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/128/flossy-sepatu-yang-cocok-untuk-musim-panas

Glasslock Jadi Wadah Penyimpan Terbaik Selama 4 Tahun Berturut-Turut

http://www.businesskorea.co.kr/sites/default/files/styles/large/public/field/image/glasslock.jpg?itok=XcUFEc0x
Wadah penyimpan kaca asal Korea Selatan, GlassLock, terpilih sebagai World-class Goods oleh Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan selama 4 tahun berturut-turut. Raihan ini menjadi rekor tersendiri bari Glasslock.

Untuk terpilih menjadi World-class Goods, raihan penjualan global dalam setahun harus lebih dari 50 juta dolar AS. Kemudian, saham produk tersebut harus berada dalam lima besar, dengan lebih dari 5 persen saham berada di pasar global.

GlassLock yang dikenal sebagai wadah penyimpan kaca anti pecah ini dinilai paling aman dan juga ramah lingkungan karena dibuat dari material soda lime glass yang termasuk ke dalam materi yang bisa didaur ulang.  Selain itu, GlassLock juga bebas bau, odor, dan pewarnaan.

Sejak diluncurkan pada tahun 2005, GlassLock merupakan produk yang laku keras, terjual 7.200 dalam satu jam di 84 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok. GlassLock menjual lebih dari 150 jenis tipe dan desain wadah penyimpan kaca.


Wadah penyimpan ini juga dikenal berkat desainnya yang modern dan praktis, sehingga juga meraih penghargaan lain untuk desain terbaik seperti Red Dot Design Award dan iF Desaign Award. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/127/glasslock-jadi-wadah-penyimpan-terbaik-selama-4-tahun-berturut-turut

People Footwear Kembangkan 3D Printing untuk Produksi Sepatu

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/People-Footwear-Phillips-Collection.jpg
People Footwear baru-baru ini memperkenalkan inovasi lewat lini sneakers terbaru yang dibuat dari bahan 3D printed yang benar-benar bisa dipakai.

Damian Van Zyll De Jong selaku desainer sekaligus salah satu orang dibalik kesuksesan People Footwear mengatakan bahwa, meski sepatu tidak dibuat 100% menggunakan bahan dasar 3D, sepatu-sepatu tersebut dibuat dengan material hak paten mereka dan teknik yang menyerupai konstruksi jala 3 dimensi yang tahan lama serta memiliki aliran udara yang baik.

Penggunaan 3D printer juga dinilai memakan waktu manufaktur yang singkat serta mengurangi produksi sampah industri sehingga lebih ramah lingkungan.

Selain itu, harga yang dipasarkan untuk People Footwear 3D print ini tergolong lebih murah.
Salah satu produk andalan People Footwear, The Stanley, memperkenalkan sneaker 3D printed dengan panel khusus yang membuat teksturnya jadi lebih unik dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Sebelum mencoba teknik 3D printing ini, People Footwear sebelumnya bereksperimen dengan teknologi injeksi cetakan, namun lebih terkesan dengan hasil akhir di teknik 3D tadi.

"Kami baru memulainya dan sangat senang melihat reaksi yang muncul dari publik. Semua soal bagaimana membuat konsumen kami senang," tambahnya.


Selain itu, di akhir tahun 2015 ini, perusahaan alas kaki asal Kanada ini juga berencana merilis model baru untuk lini sepatu terlaris mereka, yaitu the Phillips yang kini tampil dalam versi high-top yang membuatnya terlihat lebih sportySelengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/126/people-footwear-kembangkan-3d-printing-untuk-produksi-sepatu

Kultur Mendobrak Batasan ala People Footwear

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/DSC_0119_01_1024x1024.JPG
Kesuksesan yang diraih oleh People Footwear terbilang sangat cepat. Perusahaan asal Vancouver, Kanada, ini berhasil eksis dalam pasar alas kaki dengan menawarkan sepatu dengan inovasi dan teknik yang unik.

Damian Van Zyll De Jong selaku salah satu pendiri People Footwear mengatakan bahwa ide untuk membuat sepatu muncul begitu saja di kepalanya. Passion terhadap sepatu ini lahir dari hobinya bermain skateboard, sampai di satu titik yang mana Damian merasa harus melakukan sesuatu. "Dari banyak hal yang saya pilih, muncul ide membuat alas kaki," ujarnya.

Bersama dengan Matt Penner, Damian mulanya mengembangkan sebuah brand bernama Native yang lama-kelamaan bertransisi menjadi People Footwear.

"Itu semua tentang menemukan hal-hal baru. Dari situlah banyak inspirasi berdatangan, berpikir bagaimana melakukan suatu hal dengan cara yang baru, teknologi yang baru, dan tertantang dengan ide 'mengapa kita tidak melakukannya dengan cara yang beda' atau 'bagaimana bisa belum ada yang melakukan ini,'" ujar Matt.

Dari sinilah kesempatan datang. Damian terlatih dengan budaya berpikir yang sedikit berbeda: tentang apa yang mungkin dan mendobrak batasan-batasan. "Kami berdua adalah pemecah masalah dan itulah yang mendorong kami," tambah Matt.

Menjadi kreatif tidak selalu berasal dari apa yang terjadi pada hari ini, melainkan dari banyak hal yang terjadi di masa-masa sebelumnya. "Jadikan kesalahan sebagai kelebihan Anda, bukan kekurangan. Saat Anda benar-benar bersemangat dengan suatu hal, jangan menyerah," kata Damian.

Lahirlah People Footwear yang lebih ringan, nyaman, dan mudah dijangkau. Matt dan Damian ingin produk mereka tidak spesifik untuk satu orang saja, melainkan mampu berbicara untuk kalangan banyak. "Kami menggabungkan apa yang kami pikir timeless dengan susuatu yang fun sekaligus progresif," ujar Matt.

Damian mengatakan kalau mereka melihat bentuk-bentuk dari alas kaki klasik dan meng-upgrade-nya menjadi lebih baik agar lebih nyaman untuk dipakai.

Mengenai celah dalam pasar alas kaki, mereka berdua merasa terus bergerak maju. Mereka akan terus melakukan apa yang mereka percayai dengan tetap menonjolkan signature mereka.


People Footwear juga tidak menutup kemungkinan melakukan kerja sama dengan brand lain. "Kolaborasi bukannya menggabungkan dua brand berbeda menjadi satu. Bagi People Footwear, kami terus mencari jati diri sebelum memutuskan ingin berkolaborasi dengan siapa. Namun itu butuh tahap lanjutan," jawab Damian. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/125/kultur-mendobrak-batasan-ala-people-footwear

Sanuk Luncurkan Koleksi Sandal Kerjasama dengan Stone Brewing Co.

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/sanuk-stone-brewery.jpg
Brand Sanuk sedang bersiap-siap untuk berpesta!

Baru-baru ini, brand sandal kasual yang berbasis di California, Amerika Serikat, meluncurkan kolaborasi pertamanya, yang mana kali ini Sanuk menggandeng Stone Brewing Co. untuk koleksi sandal khusus pria yang diberi nama The Craft Beer Cozy.
Tiga model yang diluncurkan adalah The Beer Cozy 2, Beer Cozy Hop Top Slide, dan Beer Cozy Hop Top.

Tiap sandal dibuat dalam jumlah terbatas dan akan menampilkan logo khas Stone Brewing Co. dan sentuhan warna hijau khas Sanuk.

Yang membuat sandal ini istimewa karena pilihan bahan dasar yang digunakan tidak biasa.
Beer Cozy 2 menampilkan alas kaki yang terbuat dari bahan tikar yoga yang mengikuti lengkungan telapak kaki yang menambah kenyamanan pemakainya.

Sandal ini juga menampilkan tali dari bahan kulit sintetis dengan benangneoprene dan cetakan logo Stone Brewery.


Koleksi ini merepresentasikan makna fun yang terkandung dalam kata Sanuk, yang berasal dari kata dalam Bahasa Thailand yang berarti menyenangkan.

Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/124/sanuk-luncurkan-koleksi-sandal-kerjasama-dengan-stone-brewing-co

Dunlopillo Garap Kasur Nyaman dari Bahan Lateks

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/royal-sovereign.jpg
Sejak diluncurkan pada September 2014, The Dunlopillo Signature Collection yang turut menganut nilai kenyamanan dari brand Dunlopillo yang didirikan dari tahun 1929 mencuri perhatian dunia untuk solusi tidur yang lebih sehat.

Semua kasur Dunlopillo ini dibuat menggunakan bahan lateks natural, yaitu sebuah materi mengagumkan yang berasal dari getah pohon karet yang tumbuh di perkebunan yang dirawat dengan alat-alat anti bakteri, anti alergi, dan anti mikroba.

Stuktur sel terbuka yang unik dari lateks Dunlopillo ini membuat kasur bisa melakukan ventilasi otomatis selama pemakaiannya.

Artinya adalah tiap gelembung udara kecil memberikan sirkulasi udara dan gerakan natural saat digunakan untuk tidur, yang mana membuat kasur menjadi lebih konstan dan menghasilkan temperatur yang nyaman.

Selain itu, elastisitas dan tekanan yang unik mensokong tubuh yang sehat sehingga Anda akan terbangun dengan kondisi yang lebih segar dan tubuh yang sudah direvitalisasi.


Teknologhi Aciptro yang digunakan pada kasur spesial ini juga berperan sebagai pelindung natural dari alergi, debu, dan odor yang membuat kondisinya tetap bersih, segar, dan sehat.

Tahun 2016, The North Face Gunakan Materi Berbahan RDS 100 Persen

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/TNF_Morph-Jackets_635.jpg
Setahun lebih cepat dari yang diperkirakan, The North Face akan menggunakan 100 persen bahan material dari bulu angsa bersertifikat untuk produksi koleksi musim gugur 2016.
Material ini akan disertifikasi melalui Responsible Down Standard (RDS), yang mana perusahaan tersebut ikut berkontribusi dengan organisasi non-profit Textile Exchange dan Control Union Certification.
"Bulu angsa yang ringan memberikan kehangatan yang paling baik dan menawarkan kenyamanan. Kami bekerjakeras mengintegrasikan produk kami dengan bulu angsa yang sudah bersertifikat RDS," ujar Joe Vernachio selaku Global VP of Product dari The North Face.
RDS memastikan bahwa praktek penanganan yang tidak manusiawi pada angsa-angsa seperti pangan paksa dan pencabutan bulu secara hidup-hidup tidak terjadi. RDS juga mementingkan kesejahteraan unggas-unggas tersebut untuk mendapat makanan dan minuman, kesehatan, kebersihan, dan kontrol yang berkualitas.
RDS sendiri resmi diluncrukan pada Januari 2014 dan The North Face mengeluarkan target untuk mengedepankan produk mereka pada material RDS sebanyak 30 persen untuk tahun 2015, 60 persen untuk tahun 2016, dan 100 persen di tahun 2017.
Setelah banyak melakukan audit, latihan, kooperasi, dan kerja keras, The North Face bisa merealisasikan 100 persen penggunaan material bersertifikat RDS setahun lebih awal. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/122/tahun-2016-the-north-face-gunakan-materi-berbahan-rds-100-persen