Minggu, 27 Desember 2015

Penyangga Sempurna Untuk Kenyamanan Saat Tidur

http://i.huffpost.com/gen/1491974/images/o-WOMAN-SLEEPING-PILLOW-facebook.jpg 
Di Indonesia, guling lahir dari kebudayaan Indisch abad ke-18 atau 19, dan merupakan kebiasaan peninggalan dari masa kolonialisme. Di kalangan masyarakat Indonesia, guling hanya dimiliki golongan atas atau priyayi. Pemakaian guling menjadi semakin populer karena antara lain orang suka meniru gaya hidup priyayi.

Guling adalah salah satu alat yang digunakan untuk tidur khas masyarakat Indonesia dan negara-negara Asia Timur lainnya. Guling biasanya diisi oleh kapas, bulu unggas, dan sebagainya. Selain itu ada pula guling yang terbuat dari anyaman bambu.

Guling memberikan efek kehangatan salah satu diantaranya yang memiliki oposisi besar. Faktanya guling memiliki ragam bahan berbeda yang dapat menyimpan panas serta cocok digunakan terutama bagi pengguna yang tinggal di area berhawa dingin seperti di pegunungan.
Pemilihan pengisi guling yang terbuat dari busa adalah alternatif terbaik karena mampu menyimpan suhu panas yang sangat berperan besar dalam menghangatkan tubuh Anda ketika bangun di pagi hari.

Mengenal Agile Development


Agile development atau yang dapat diartikan secara bebas sebagai pengembangan yang gesit merujuk pada suatu jenis metodologi perencanaan proyek yang meminjam dari konsep manufaktur efisien. Ia banyak bergantung pada komunikasi tim, software yang bekerja, dan fleksibilitas untuk menyesuaikan diri dengan realita bisnis yang dinamis. Demikian definisi agile development seperti dikatakan oleh editor entrepreneurship.org Matthew T. Keener, MD. 

Dalam metodologi ini, Anda akan menjumpai persyaratan dan solusi berkembang melalui kolaborasi antara tim-tim yang bekerja lintas bidang dan terorganisasi sendiri. Kelebihannya ialah mengedepankan perencanaan adaptif, perkembangan evolusioner, penyelesaian awal, perbaikan terus menerus dan mendorong respon yang fleksibel dan cepat terhadap perubahan yang menghampiri sebuah perusahaan. Inilah framework konseptual yang berfokus pada bagaimana menghasilkan software yang sukses sesuai target dengan seminimal mungkin upaya. Dalam industri software, misalnya, metodeologi ini sudah diterapkan oleh sebagian para pelakunya. 

The Agile Amnifesto memperkenalkan istilah ini pada tahun 2001. Sejak itu, Agile Movement dengan semua prinsip, nilai, metode, praktik, alat, jawara dan praktisi, filosofi dan budaya telah mengubah secara signifikan perkembangan software komersial dan teknik software dalam era Internet.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6159-mengenal-agile-development.html

Bila Saatnya Tinggalkan Mentor Bisnis Anda

Seorang mentor yang hebat bisa mewujudkan keajaiban dalam perjalanan entrepreneurial Anda tetapi jika Anda sudah mencapai satu titik Anda sudah tidak bisa lagi mempelajari apapun darinya dan hubungan yang terjalin sudah meredup, saatnya untuk beralih ke mentor lain. Untuk senantiasa bisa tumbuh dan berkembang, penting bagi Anda untuk terus bergerak mencari mentor baru.
Mungkin ketrampilan mentor Anda tidak selaras dengan arah yang Anda tuju atau Anda hanya menginginkan mentor yang memiliki lebih banyak waktu untuk membimbing Anda. 

Mulailah percakapan perpisahan dengan berbagi apresiasi Anda atas semua waktu dan upaya mentor.
Rincilah semua hal yang Anda telah pelajari dari mentor Anda dan jelaskan bagaimana ketrampilan-ketrampilan tersebut akan terus bisa membantu Anda melaju ke depan. 

Bersikaplah jujur dan transparan mengenai alasan mengapa rencana masa depan Anda yang membutuhkan perubahan dan tuangkan dengan bijak:"Mengingat perubahan dalam fokus saya, saya ingin mengetahui apakah bertemu secara langsung memungkinkan bagi Anda."
Jangan tutup kemungkinkan untuk menjalin kerjasama di masa mendatang dan berikan bantuan untuk membalas kebaikan dan bantuan yang diberikannya pada Anda.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6158-bila-saatnya-tinggalkan-mentor-bisnis-anda.html

Tiga Langkah Kelola Keuangan untuk Pengusaha

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus bisa membangun sistem awal dalam pembukuan yang dapat membantu usaha Anda lebih terorganisir dan keuangan perusahaan pun dapat dikelola dengan baik. Sistem di sini merupakan proses sederhana dalam mengatur penerimaan, pemasukan, serta berbagai dokumen pendukungnya. pengelolaan keuangan dapat dijabarkan menjadi tiga langkah: 

1. Menjaga dan mengatur catatan pengeluaran dan pemasukan
Manajemen keuangan dimulai dengan mencatat semua uang yang dihabiskan (biaya) dan uang yang dihasilkan (pendapatan). Ini artinya Anda juga harus menyimpan semua bukti pembayaran dan bon-bon pembelian, misalnya bon pembelian barang-barang kebutuhan kantor, bukti tagihan dari konsumen, dan lain sebagainya. 

2. Memasukkan informasi ke dalam software pembukuan
Dalam era teknologi saat ini ada baiknya Anda memiliki sebuah perangkat lunak (software) untuk mengatur pembukuan. Untuk usaha kecil, Anda bisa membuat rangkuman dalam sebulan mengenai pendapatan dan pengeluaran usaha Anda ke dalam perangkat lunak ini. Biasanya dengan perangkat lunak ini Anda bisa mendapatkan grafik pendapatan per bulan hingga per tahun. 

3. Buat laporan keuangan
Hasil akhir dari pembukuan yang Anda buat adalah laporan berupa laba, rugi, serta arus kas untuk mengetahui jalannya usaha Anda. Laporan keuangan ini selanjutnya bisa Anda gunakan untuk menyusun rencana, misalnya jika rugi, langkah apa yang harus ambil. Demikian juga bila laba, hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan laba tersebut.

Resep Mempresentasikan Paparan Bisnis dengan Sempurna

Paparan bisnis memberikan Anda kesempatan yang sangat singkat untuk menjual ide, produk atau bisnis Anda kepada investor, kolega, dan kontak bisnis lainnya. Tujuan paparan bisnis adalah untuk mendapatkan perhatian agar para investor ingin duduk lebih lama untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Anda tidak perlu untuk berbagi semua rincian bisnis saat paparan pertama. Pertemuan tindak lanjut dapat dilakukan untuk pembicaraan selanjutnya. 

Berikut beberapa instruksi agar paparan bisnis Anda efektif:
1. Identifikasi tujuan paparan bisnis dan pendengar yang dituju. Sebagai contoh, Anda mungkin berniat dalam pertemuan dengan investor potensial membahas dukungan untuk bisnis baru Anda. Jauhkan hal ini dari tujuan ini ketika Anda merencanakan paparan agar investor penasaran mengenai paparan Anda selanjutnya.
2. Tuliskan poin-poin paparan agar terwujud hasil yang Anda inginkan. Sertakan fakta-fakta untuk mengilustrasikan poin Anda dan manfaat bagi para pendengar.
3. Sesuaikan informasi untuk membuat paparan dapat menggambarkan bagaimana produk, layanan atau ide bisnis Anda berbeda dari pesaing. Investor, bahkan pelanggan menginginkan sesuatu yang berbeda yang lebih baik dari produk serupa.
4. Praktekan memberikan  paparan beberapa kali sehingga Anda dapat melakukannya dengan lancar dan percaya diri.
5. Ciptakan antusiasme pendengar tentang prospek Anda. Sajikan informasi dengan percaya diri.
6. Akhiri paparan agar ditindaklanjuti. Misalnya, meminta investor untuk dapat mengatur pertemuan membahas peluang investasi lebih terinci. Bingkai permintaan tersebut dengan cara yang sulit untuk ditolak. Tanyakan kapan Anda dapat melakukan hal tersebut.

Bank Yang Modalnya Terbatas Sebaiknya Merger Saja





Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan demi menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan dimulai pada  2015 industri perbankan harus lebih? kuat. 

Untuk menciptakan hal itu, OJK mendorong kepada seluruh perbankan yang memiliki modal terbatas untuk melakukan konsolidasi atau merger dengan perbankan lebih besar?.
"Bank yang modalnya belum ada Rp 1 triliun merger lah, karena itu nanti untuk menghadapi persaingan," kata? Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Gandjar Mustika? di Hotel JW Marriot, dikutip dari liputan6.com 

Dalam pengelompokan perbankan berdasarkan tingkat pemodalannya maka perbankan yang memiliki modal di bawah Rp 1 triliun termasuk dalam kategori Bank Umum Kelompk Usaha (BUKU) 1.
Gandjar menambahkan, saat ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) bukan termasuk perbankan yang mesti dikonsolidasikan, hanya saja ?hal itu perlu distandarisasi demi menghadapi persaingan yang semakin ketat ke depannya. 

"Kalau untuk BPD,kamisedang kaji y
ang namanya BPD Regional Champion, itu sebagai parameternya yang akan  disesuaikan, perkiraan tahun depan itu akan keluar," tegasnya.
Dalam hal itu OJK akan melihat komponen dalam standarisasi yaitu mulai dari pangsa pasar, Loan Deposit Ratio (LDR), hingga kredit terhadap UMKM. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6150-bank-yang-modalnya-terbatas-sebaiknya-merger-saja.html

Wirausaha, Kunci Penting Memajukan Ekonomi Indonesia





Ciputra Entrepreneurship, Jakarta. Menilik pada contoh sukses sejumlah negara, pemanfaatan bonus demografi harus diarahkan pada sektor wirausaha, khususnya kalangan pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.
Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan ada satu ciri yang seragam yang dia temukan dalam sederet negara yang berhasil 'naik kelas' menjadi negara dengan pendapatan tinggi. 

"Negara itu jadi maju bukan karena sumber daya alam, tapi karena mencetak enterpreneur atau wirausahawan dalam jumlah yang cukup besar," katanya di Jakarta.
Padahal untuk keluar dari kungkungan pendapatan menengah bukan pekerjaan mudah. Belum lama ini, Mantan Gubernur Reserve Bank of India Duvvuri Subbarao menyebutkan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir dari 101 negara berpenghasilan menengah, hanya 13 negara yang berhasil lolos dari jebakan tersebut, salah satunya adalah Korea Selatan.
Menilik data dari Korea Venture Business Association per Februari 2013 jumlah pembukaan bisnis baru mencapai 28.763. Jumlah ini melonjak 2 kali lipat dari periode 2008 yang hanya 15.401 dan bahkan bertumbuh lebih dari 400% dibandingkan dengan satu dekade lampau.
Bambang menilai dengan menggalakkan sektor UMKM, selain untuk menggenjot pertumbuhan strategi ini juga bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mengentaskan kemiskinan, dan menciutkan kesenjangan. 

Data dari Yayasan Bina Swadaya menyebutkan ada sekitar 56,54 juta usaha di Indonesia. Dari jumlah itu 98,8% atau 55,86 juta adalah usaha berkategori usaha mikro, yang terserap di sektor pekerjaan informal. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6148-wirausaha-kunci-penting-memajukan-ekonomi-indonesia.html