Minggu, 27 Desember 2015

Bila Saatnya Tinggalkan Mentor Bisnis Anda

Seorang mentor yang hebat bisa mewujudkan keajaiban dalam perjalanan entrepreneurial Anda tetapi jika Anda sudah mencapai satu titik Anda sudah tidak bisa lagi mempelajari apapun darinya dan hubungan yang terjalin sudah meredup, saatnya untuk beralih ke mentor lain. Untuk senantiasa bisa tumbuh dan berkembang, penting bagi Anda untuk terus bergerak mencari mentor baru.
Mungkin ketrampilan mentor Anda tidak selaras dengan arah yang Anda tuju atau Anda hanya menginginkan mentor yang memiliki lebih banyak waktu untuk membimbing Anda. 

Mulailah percakapan perpisahan dengan berbagi apresiasi Anda atas semua waktu dan upaya mentor.
Rincilah semua hal yang Anda telah pelajari dari mentor Anda dan jelaskan bagaimana ketrampilan-ketrampilan tersebut akan terus bisa membantu Anda melaju ke depan. 

Bersikaplah jujur dan transparan mengenai alasan mengapa rencana masa depan Anda yang membutuhkan perubahan dan tuangkan dengan bijak:"Mengingat perubahan dalam fokus saya, saya ingin mengetahui apakah bertemu secara langsung memungkinkan bagi Anda."
Jangan tutup kemungkinkan untuk menjalin kerjasama di masa mendatang dan berikan bantuan untuk membalas kebaikan dan bantuan yang diberikannya pada Anda.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6158-bila-saatnya-tinggalkan-mentor-bisnis-anda.html

Tiga Langkah Kelola Keuangan untuk Pengusaha

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus bisa membangun sistem awal dalam pembukuan yang dapat membantu usaha Anda lebih terorganisir dan keuangan perusahaan pun dapat dikelola dengan baik. Sistem di sini merupakan proses sederhana dalam mengatur penerimaan, pemasukan, serta berbagai dokumen pendukungnya. pengelolaan keuangan dapat dijabarkan menjadi tiga langkah: 

1. Menjaga dan mengatur catatan pengeluaran dan pemasukan
Manajemen keuangan dimulai dengan mencatat semua uang yang dihabiskan (biaya) dan uang yang dihasilkan (pendapatan). Ini artinya Anda juga harus menyimpan semua bukti pembayaran dan bon-bon pembelian, misalnya bon pembelian barang-barang kebutuhan kantor, bukti tagihan dari konsumen, dan lain sebagainya. 

2. Memasukkan informasi ke dalam software pembukuan
Dalam era teknologi saat ini ada baiknya Anda memiliki sebuah perangkat lunak (software) untuk mengatur pembukuan. Untuk usaha kecil, Anda bisa membuat rangkuman dalam sebulan mengenai pendapatan dan pengeluaran usaha Anda ke dalam perangkat lunak ini. Biasanya dengan perangkat lunak ini Anda bisa mendapatkan grafik pendapatan per bulan hingga per tahun. 

3. Buat laporan keuangan
Hasil akhir dari pembukuan yang Anda buat adalah laporan berupa laba, rugi, serta arus kas untuk mengetahui jalannya usaha Anda. Laporan keuangan ini selanjutnya bisa Anda gunakan untuk menyusun rencana, misalnya jika rugi, langkah apa yang harus ambil. Demikian juga bila laba, hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan laba tersebut.

Resep Mempresentasikan Paparan Bisnis dengan Sempurna

Paparan bisnis memberikan Anda kesempatan yang sangat singkat untuk menjual ide, produk atau bisnis Anda kepada investor, kolega, dan kontak bisnis lainnya. Tujuan paparan bisnis adalah untuk mendapatkan perhatian agar para investor ingin duduk lebih lama untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Anda tidak perlu untuk berbagi semua rincian bisnis saat paparan pertama. Pertemuan tindak lanjut dapat dilakukan untuk pembicaraan selanjutnya. 

Berikut beberapa instruksi agar paparan bisnis Anda efektif:
1. Identifikasi tujuan paparan bisnis dan pendengar yang dituju. Sebagai contoh, Anda mungkin berniat dalam pertemuan dengan investor potensial membahas dukungan untuk bisnis baru Anda. Jauhkan hal ini dari tujuan ini ketika Anda merencanakan paparan agar investor penasaran mengenai paparan Anda selanjutnya.
2. Tuliskan poin-poin paparan agar terwujud hasil yang Anda inginkan. Sertakan fakta-fakta untuk mengilustrasikan poin Anda dan manfaat bagi para pendengar.
3. Sesuaikan informasi untuk membuat paparan dapat menggambarkan bagaimana produk, layanan atau ide bisnis Anda berbeda dari pesaing. Investor, bahkan pelanggan menginginkan sesuatu yang berbeda yang lebih baik dari produk serupa.
4. Praktekan memberikan  paparan beberapa kali sehingga Anda dapat melakukannya dengan lancar dan percaya diri.
5. Ciptakan antusiasme pendengar tentang prospek Anda. Sajikan informasi dengan percaya diri.
6. Akhiri paparan agar ditindaklanjuti. Misalnya, meminta investor untuk dapat mengatur pertemuan membahas peluang investasi lebih terinci. Bingkai permintaan tersebut dengan cara yang sulit untuk ditolak. Tanyakan kapan Anda dapat melakukan hal tersebut.

Bank Yang Modalnya Terbatas Sebaiknya Merger Saja





Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan demi menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan dimulai pada  2015 industri perbankan harus lebih? kuat. 

Untuk menciptakan hal itu, OJK mendorong kepada seluruh perbankan yang memiliki modal terbatas untuk melakukan konsolidasi atau merger dengan perbankan lebih besar?.
"Bank yang modalnya belum ada Rp 1 triliun merger lah, karena itu nanti untuk menghadapi persaingan," kata? Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Gandjar Mustika? di Hotel JW Marriot, dikutip dari liputan6.com 

Dalam pengelompokan perbankan berdasarkan tingkat pemodalannya maka perbankan yang memiliki modal di bawah Rp 1 triliun termasuk dalam kategori Bank Umum Kelompk Usaha (BUKU) 1.
Gandjar menambahkan, saat ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) bukan termasuk perbankan yang mesti dikonsolidasikan, hanya saja ?hal itu perlu distandarisasi demi menghadapi persaingan yang semakin ketat ke depannya. 

"Kalau untuk BPD,kamisedang kaji y
ang namanya BPD Regional Champion, itu sebagai parameternya yang akan  disesuaikan, perkiraan tahun depan itu akan keluar," tegasnya.
Dalam hal itu OJK akan melihat komponen dalam standarisasi yaitu mulai dari pangsa pasar, Loan Deposit Ratio (LDR), hingga kredit terhadap UMKM. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6150-bank-yang-modalnya-terbatas-sebaiknya-merger-saja.html

Wirausaha, Kunci Penting Memajukan Ekonomi Indonesia





Ciputra Entrepreneurship, Jakarta. Menilik pada contoh sukses sejumlah negara, pemanfaatan bonus demografi harus diarahkan pada sektor wirausaha, khususnya kalangan pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.
Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan ada satu ciri yang seragam yang dia temukan dalam sederet negara yang berhasil 'naik kelas' menjadi negara dengan pendapatan tinggi. 

"Negara itu jadi maju bukan karena sumber daya alam, tapi karena mencetak enterpreneur atau wirausahawan dalam jumlah yang cukup besar," katanya di Jakarta.
Padahal untuk keluar dari kungkungan pendapatan menengah bukan pekerjaan mudah. Belum lama ini, Mantan Gubernur Reserve Bank of India Duvvuri Subbarao menyebutkan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir dari 101 negara berpenghasilan menengah, hanya 13 negara yang berhasil lolos dari jebakan tersebut, salah satunya adalah Korea Selatan.
Menilik data dari Korea Venture Business Association per Februari 2013 jumlah pembukaan bisnis baru mencapai 28.763. Jumlah ini melonjak 2 kali lipat dari periode 2008 yang hanya 15.401 dan bahkan bertumbuh lebih dari 400% dibandingkan dengan satu dekade lampau.
Bambang menilai dengan menggalakkan sektor UMKM, selain untuk menggenjot pertumbuhan strategi ini juga bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mengentaskan kemiskinan, dan menciutkan kesenjangan. 

Data dari Yayasan Bina Swadaya menyebutkan ada sekitar 56,54 juta usaha di Indonesia. Dari jumlah itu 98,8% atau 55,86 juta adalah usaha berkategori usaha mikro, yang terserap di sektor pekerjaan informal. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6148-wirausaha-kunci-penting-memajukan-ekonomi-indonesia.html

Ini 3 Bisnis Waralaba Sushi Yang Punya Prospek Cerah di Indonesia



Kuliner dari negara-negara Asia makin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Salah satunya yang populer adalah sushi. Makanan asal Jepang yang berupa nasi yang dibentuk dengan isian daging serta makanan laut dan sayuran ini sudah begitu mudah ditemukan di mana-mana. Tidak sedikit para pelaku usaha kuliner ini membuka peluang kemitraan untuk mengembangkan usaha. Namun tidak semua berhasil menambah mitra secara signifikan.
Untuk bertahan dan mendapatkan mitra baru, para pemilik usaha harus melakukan inovasi produk. Untuk mengetahui lebih jelas tentang perkembangan dan peruntungan usaha kuliner sushi, ada tiga waralaba sushi yaitu, Sushi Similikiti, Zushioda Japanese Street, dan Dekuza Sushi.

Usaha kuliner yang dibesut Amanda Yuko pada Januari 2012 ini cukup berkembang. Kontan sempat mengulasnya pada Mei 2013 lalu. Saat itu, jumlah gerai yang eksis sudah mencapai tujuh gerai.
Setahun berselang, jumlah gerainya saat ini ada sekitar 10 gerai. Artinya ada tiga gerai baru yang dibuka. Lokasi gerai mereka tersebar dibeberapa kota seperti Jakarta, Bali, Malang dan lainnya.
Untuk menggaet konsumen, Sushi Similikiti lebih rajin untuk mengeluarkan menu baru sejak awal tahun ini. Menu yang paling baru adalah mel mayo yang baru dijual pada awal Juni ini. Sekarang jumlah menu yang dijual di gerai ini ada 40 macam menu.
Selain itu, mereka juga membuat inovasi dengan membuat paket untuk ulang tahun dengan harga sekitar Rp 150.000 tiap paket. Adapun untuk harga menu sushi masih sama seperti tahun lalu mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per porsi. “Yang kita rubah adalah paket investasinya,” jelas Amanda.
Sejak awal tahun 2014, Amanda mengerek nilai paket investasi dari sebelumnya Rp 9,3 juta menjadi Rp 15 juta . Dan paket kedua dari Rp 10 juta menjadi Rp 19 juta. Alasannya karena harga bahan baku impor yang naik. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan seluruh perlengkapan memasak, promosi, pelatihan dan bahan baku awal.
Dalam sebulan, mitra bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 15 juta. Mitra ditargetkan bisa mendapatkan modalnya kembali sekitar empat sampai lima bulan. Hingga akhir tahun ini, Amanda menargetkan bisa mendapatkan sekitar lima mitra baru.
Usaha sushi yang dirintis oleh Aditya Yodha pada tahun 2009 ini berasal dari Jakarta. Bisnis ini berkonsep gerai sushi kaki lima. Usaha ini biasa juga disebut Zushioda Yatai. Dalam bahasa Jepang, yatai bisa diartikan sebagai angkringan atau kaki lima. 

Sejak berdiri, Aditya langsung menawarkan peluang kerjasama. Saat KONTAN mengulas tawaran kemitraan Zushioda pada Februari 2012, tercatat baru ada dua gerai. Satu gerai milik mitra dan satu kepunyaan pusat. Ketika diulas kembali pada Mei 2013, gerainya bertambah menjadi 12 unit yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali dan Samarinda.
Selang setahun, gerai Zushioda Yatai bertambah tiga gerai menjadi 15 gerai. Rinciannya, satu gerai pusat dan sisanya kepunyaan mitra. Yodha mengatakan, sebenarnya ada pertambahan empat gerai. Namun, satu gerai di Jogja tutup lantaran pemiliknya pindah ke luar negeri. “Jadi kita tambah empat dan tutup satu,” ujar Yodha.
Dalam waktu dekat ini, kata Yudha, Zushioda Yatai akan membuka gerai baru di Purwokerto. Ia mengatakan, perkembangan gerai sushinya tetap berkembang lantaran ia selalu melakukan pemasaran dan promosi serta melakukan inovasi produk.
Selain menambah variasi rasa sushi, Zushioda Yatai juga menawarkan menu baru yakni ramen. Ke depan, Yudha mengatakan akan melakukan inovasi produk dengan menambah menu baru seperti bento. “Kita akan memperbanyak variasi menu,” ujarnya.
Dia mengaku akan terus melakukan inovasi agar Zushioda terus berkembang. Jika awalnya konsep yang ditawarkan adalah angkringan, maka ke depan konsepnya akan diubah lebih modern seperti restoran. Sebab gerai-gerai yang ada saat ini rata-rata di dalam ruangan. “Tapi kita akan tetap mengusung gerobak, tempatnya saja yang akan dibuat lebih modern,” tutur Yudaha.
Harga paket kemitraan Zushioda masih sama seperti tahun lalu sebesar Rp 75 juta. Dengan investasi tersebut, mitra akan mendapatkan booth, bahan baku, pelatihan dan perlengkapan. Sementara untuk harga jual mengalami peningkatan 20% dari kisaran harga 13.000?Rp 23.000 per porsi. Artinya, harga jual saati ini berkisar Rp 15.600?Rp 27.600 per porsi.
Seiring dengan kenaikan itu, Yudha mengaku akan terus mempertahankan kualitas rasa menu yang ditawarkan, terutama saus Sushi yang ia racik sendiri. "Terutama rasa pedas yang disukai mayoritas orang Indonesia," kata dia.
Yudha optimistis usaha Zushioda akan terus berkembang. Kendati demikian, ia tidak menargetkan pertambahan mitra. Baginya, lebih baik memiliki sedikit mitra namun berjalan dengan baik daripada banyak gerai tapi tidak terurus dengan baik.
Usaha ini berdiri di Malang pada 2011. Dikutip dari Kontan, bisnis ini telah memiliki dua mitra. Alfian Dwikurniawan, pemilik Dekuza Sushi, mengatakan, dia sudah mengubah konsep bisnisnya ini. “Dulu berkonsep rombong, sekarang menjadi berkonsep kafé,” ujarnya.
Tahun lalu Dekuza Sushi menawarkan dua paket kemitraan dengan biaya investasi Rp 7 juta dan Rp 10 juta. Paket Rp 7 juta berkonsep outdoor dan paket Rp 10 juta berkonsep indoor. Meskipun berbeda konsep, namun kedua paket kemitraan tersebut sama-sama menggunakan gerobak untuk berjualan.
Alasan dia mengubah konsep berjualan karena selama ini menggunakan rombong tampaknya penjualan terbatas. Maklum, saat itu menu yang ditawarkan hanya sebatas sushi. Nah, lantaran hal tersebut dia tidak lagi menawarkan kemitraan dengan sistem rombong lagi. Semua gerai yang ada dia gabungkan seluruh outlet yang ada menjadi satu kafé bernama Café Sumo.
Menurutnya, dengan konsep baru ini, pendapatan yang diraih menjadi berlipat. “Pangsa pasar menjadi lebih luas, tidak seperti konsep yang lama,” ujarnya. 

Menu yang ditawarkan lebih beragam, seperti roti, kentang, dan minuman aneka jus. Tambahan menu tersebut membuat penjualan juga semakin meroket. Tanpa menyebutkan angka, Alfian bercerita pendapatan dari kafé sangat jauh lebih tinggi dari konsep gerobak.
Dahulu, konsep gerobak Dekuza Sushi menjanjikan potensi pendapatan dari Rp 3,75 juta hingga Rp 5,62 juta per bulan. Sedangkan perhitungan laba bersih saat itu adalah 50% dari omzet.
Karena baru menjalankan bisnis dengan konsep baru, Alfian belum berani menawarkan kemitraan. “Belum tahu kapan menawarkan kemitraan dengan konsep baru, mungkin 2015 karena masih harus mempelajari dahulu tentang bisnis baru ini,” ucapnya.
Namun, jika ada yang tertarik berbisnis sushi, dia menyediakan paket pelatihan dan resep senilai Rp 5 juta. Nantinya, mitra bisa membeli bahan-bahan dari pihak lain. “Jadi sistemnya masih jual putus,” ujarnya.   Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6147-ini-3-bisnis-waralaba-sushi-yang-punya-prospek-cerah-di-indonesia-.html

Analisis Biaya Bagi Anda Yang Ingin Berbisnis Minimarket



Bisnis minimarket kini sudah menjadi pilihan bagi para investor yang ingin memutar uangnya di bisnis riil khususnya di sektor ritel. Banyak pilihan konsep minimarket ditawarkan oleh para perusahaan pemegang waralaba (franchisor) ke calon investor (franchisee).
Misalnya PT Sumber Alfaria Trijaya sudah lama menawarkan konsep waralaba minimarket. Membangun bisnis waralaba minimarket termasuk bisnis yang butuh modal yang tak sedikit.
Corporate Communication General Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Nur Rachman mengatakan tak ada patokan persis soal total dana untuk membuka gerai 1 minimarket Alfamart. Namun untuk membeli waralaba Alfamart saja dibutuhkan dana hingga Rp 400 juta/gerai. Investasi itu, di luar lahan dan bangunan, maka untuk total dana yang dibutuhkan sedikitnya Rp 1 miliar.
"Kalau Rp 1 miliar tapi itu bisa di pinggiran Jakarta, tapi kalau seperti di BSD harga ruko di sana sudah miliaran, jadi tergantung tempat," katanya saat berkunjung ke kantor detikcom, Senin (16/6/2014) 

Investasi di luar bangunan dan lahan, berdasarkan simulasi alfamart dari situs resmi alfamartku.com, dana investasi terbagi dua kategori toko, untuk investasi 36 rak dengan luas 80 m2 maka investasinya Rp 380 juta. Kedua investasi 45 rak dengan luas bangunan 100 m2 maka investasinya Rp 400 juta
Investasi awal tersebut mencakup Biaya waralaba untuk 5 tahun, Renovasi lahan (konstruksi sipil; instalasi kelistrikan), Perijinan, Peralatan & AC, Cash register & sistemnya, Papan nama toko berikut displaynya dan Promosi & persiapan pembukaan toko
Selain membuka gerai baru, ada juga opsi melakukan Toko Take Over (TO) besar investasi yang dikeluarkan sekitar Rp 700-800 juta. Pembelian toko Alfamart yang sudah berjalan dengan harga paket yang telah ditentukan sudah termasuk franchise fee untuk 5 tahun (pemakaian merek), perizinan, peralatan toko & Goodwill.
Toko yang akan di take over harus sudah berjalan selama 1 tahun dengan sales harian antara Rp 10-13 juta dan dapat diperpanjang sewanya selama 5 tahun.
Kunci sukses bisnis dalam bisnis minimarket adalah, antara lain Lokasi yang strategis, merek yang sudah dikenal luas, pelayanan toko yang baik, pilihan produk yang tepat & berkualitas, harga yang pas, display yang menarik, dan promosi yang berkesinambungan
Nur Rachman menambahkan investasi di minimarket sangat tergantung lokasi dan traffict manusia yang tinggi. Saat ini persaingan bisnis minimarket sangat ketat, tak heran dalam satu lokasi ada beberapa gerai minimarket dengan merek yang berbeda. Selain itu, di beberapa daerah ada kebijakan pembatasan gerai minimarket 

"Ada beberapa wilayah yang memang tertutup untuk minimarket," katyanya.
Proses persiapan membuka gerai minimarket dari mulai persiapan seperti usulan lokasi, hingga disetujui, sampai beroperasi setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih hingga 3 bulan. Para calon investor harus mengantre proses seleksi oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Terkait usulan lokasi, calon investor harus menyampaikan usulan lokasi gerai yang akan dibukanya. Selain data pribadi, calon investor harus menyampaikan data usulan lokasi (ruko, rumah,tanah kosong) termasuk ukuran detil seperti panjang, luas, lebar, bangunan, termasuk status lahan apakah milik sendiri atau sewa. Soal lokasi akan sangat menentukan tingkat kecepatan pengembalian modal calon investor.
"Balik modal berdasarkan pengalaman maksimum 3 tahun, 22 bulan paling bagus," timpal Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Firly Firlandi.